Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kinerja dan memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok masyarakat miskin dan rentan.
Hal tersebut disampaikan Anggota Fraksi PKS DPRD Jatim sekaligus Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Agus Cahyono. Legislator dari Dapil 9 Jatim yang meliputi Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Ngawi itu menilai masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Agus, masyarakat desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah harus menjadi perhatian utama pemerintah. Mereka harus dipastikan mampu memenuhi kebutuhan dasar sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan tanpa dihantui kesulitan ekonomi.
“Di hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-81, saya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur semakin meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, terutama masyarakat kalangan bawah yang dalam beberapa hal belum menikmati kemerdekaan dalam kehidupannya,” ujar Agus.
Agus secara khusus menyoroti akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan. Menurutnya, masih terdapat warga yang mengalami kesulitan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Karena itu, ia meminta Pemprov Jatim meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tidak menghadapi hambatan.
“Harapan kita Pemprov Jawa Timur meningkatkan kinerja di sektor itu, sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tidak merasakan hambatan,” tegasnya.
Selain layanan kuratif, Agus juga mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan, khususnya bagi masyarakat lapisan bawah yang masih menerapkan pola hidup kurang sehat.
Pemprov Jatim, lanjutnya, perlu terus melakukan edukasi dan mendorong masyarakat memperbaiki pola hidup agar persoalan kesehatan dapat dicegah sejak dini.
Di bidang pendidikan, Agus menekankan pentingnya memastikan program wajib belajar 12 tahun dapat diakses seluruh masyarakat, terutama mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi.
“Bagaimana Pemprov Jawa Timur meningkatkan kinerjanya dan meningkatkan pengabdiannya kepada masyarakat, sehingga di hari ulang tahun kemerdekaan ini masyarakat kalangan bawah menikmati kemerdekaan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, kebutuhan dasar kesehatannya dan kebutuhan dasar pendidikan,” katanya.
Menurut Agus, ukuran keberhasilan kemerdekaan bukan hanya pembangunan fisik atau capaian ekonomi, tetapi juga ketika masyarakat miskin mampu mendapatkan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan pendidikan secara layak.
“Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan kehadiran negara,” pungkasnya.{}



