Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD Jatim dari Dapil Lumajang-Jember itu mengajak seluruh anak bangsa mensyukuri kemerdekaan sekaligus meneruskan perjuangan para pahlawan dengan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa secara bijak dan bersama-sama.
“Kita tetap bersyukur kepada Allah atas nikmat kemerdekaan ini yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu dan para pahlawan kita,” ujar Khusnul.
Menurutnya, semangat pengorbanan para pahlawan harus menjadi energi bagi generasi saat ini untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih muncul di sejumlah daerah. Ia berharap persoalan sosial dan konflik di berbagai wilayah dapat diselesaikan dengan pendekatan yang bijak dan mengedepankan persatuan.
Di tingkat Jawa Timur, Khusnul mengapresiasi sejumlah program Pemprov Jatim yang dinilai mulai menyentuh langsung persoalan kemiskinan, khususnya bagi generasi muda.
Ia menilai program bantuan untuk anak-anak muda, termasuk program pemberdayaan ekonomi seperti bantuan ternak ayam, dapat menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang kemandirian ekonomi masyarakat.
“Walaupun kapasitasnya masih kecil, tetapi insyaallah ini akan berdampak. Tahun-tahun berikutnya perlu ditambah volumenya, diperbanyak dan diperbesar,” katanya.
Menurut Khusnul, program semacam itu perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi mampu menciptakan sumber pendapatan baru dan mengurangi angka kemiskinan.
Minta Pemprov Turun Tangan Atasi Krisis Air
Selain persoalan kemiskinan, Khusnul juga menyoroti persoalan klasik yang kerap dihadapi masyarakat Jember dan Lumajang saat musim kemarau, yakni kelangkaan air bersih.
Ia mengatakan, sejumlah wilayah di kedua daerah tersebut membutuhkan bantuan distribusi air, terutama untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.
Menurutnya, kapasitas pemerintah kabupaten melalui badan penanggulangan bencana daerah masih terbatas sehingga membutuhkan dukungan Pemprov Jatim.
“Sebagian wilayah memang perlu bantuan dari BPBD Jatim. Kalau hanya mengandalkan badan penanggulangan bencana baik Jember maupun Lumajang, ini masih sangat kurang,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap Pemprov Jatim mengambil peran lebih besar dalam membantu masyarakat menghadapi kekeringan, terutama memastikan ketersediaan air minum.
“Peran dari Jawa Timur, pemerintah provinsi, sangat diharapkan untuk membantu meringankan kelangkaan air, terutama air untuk dikonsumsi masyarakat,” pungkas Khusnul.{}



