Oleh: Lilik Hendarwati, Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur dan Anggota Komisi C
Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, kita patut bersyukur atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih. Namun, hari jadi bukan sekadar momentum perayaan. Ini adalah kesempatan untuk melakukan refleksi, mengevaluasi perjalanan, sekaligus memperkuat komitmen agar Jawa Timur semakin maju, adil, dan sejahtera.
Memasuki tahun kedua pemerintahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, harapan masyarakat tentu semakin besar. Program-program prioritas yang telah dirancang harus semakin nyata pelaksanaannya dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat.
Sebagai partai pengusung pemerintahan, PKS memiliki komitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Namun, sinergi tidak berarti meniadakan sikap kritis. Dukungan harus berjalan beriringan dengan pengawasan, evaluasi, dan keberanian memberikan masukan demi perbaikan pembangunan Jawa Timur.
Tantangan Fiskal Tidak Boleh Mengurangi Keberpihakan kepada Rakyat
Dari perspektif Komisi C yang membidangi keuangan daerah, kita merasakan bahwa tantangan fiskal Jawa Timur semakin membutuhkan perhatian serius. Tekanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama pada sektor-sektor yang selama ini menjadi penopang penerimaan, menuntut pemerintah untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan daerah.
Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran juga menjadi tantangan dalam menjaga kesinambungan program pembangunan.
Menurut saya, kondisi ini harus dijawab dengan dua langkah sekaligus: memperkuat kemandirian fiskal dan memastikan anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat.
Efisiensi tidak boleh hanya dimaknai sebagai pengurangan belanja. Efisiensi harus menjadi momentum untuk memperbaiki prioritas, menekan pemborosan, meningkatkan kualitas belanja, dan memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan dampak yang terukur.
Kita perlu membedakan belanja yang sekadar menghabiskan anggaran dengan belanja yang benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat.
PAD Harus Diperkuat, Bukan Semata-Mata dengan Menambah Beban Rakyat
Penurunan atau tekanan terhadap PAD harus mendorong pemerintah melakukan inovasi, bukan hanya mengandalkan sumber penerimaan yang sudah ada.
Ada beberapa langkah yang perlu diperkuat.
Pertama, mengoptimalkan potensi PAD melalui perbaikan administrasi perpajakan, digitalisasi layanan, penguatan pengawasan, dan peningkatan kepatuhan wajib pajak. Upaya ini harus dilakukan dengan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat dan dunia usaha.
Kedua, mengoptimalkan aset daerah yang belum produktif agar mampu memberikan nilai ekonomi dan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.
Ketiga, memperbaiki kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BUMD harus semakin profesional, efisien, transparan, dan mampu meningkatkan kontribusi terhadap PAD, tanpa meninggalkan fungsi pelayanan publik.
Keempat, menggali sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan UMKM, investasi, industri, pariwisata, serta ekonomi kreatif. Pertumbuhan ekonomi yang sehat akan memperluas basis penerimaan daerah sekaligus membuka lapangan kerja.
Dengan demikian, peningkatan PAD tidak semata-mata bertumpu pada penarikan pajak, tetapi juga pada tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Program Prioritas Harus Tetap Berjalan dan Dirasakan Masyarakat
Saya berharap, dalam tahun kedua pemerintahan ini, program-program prioritas yang telah dirancang melalui agenda pembangunan Jawa Timur tetap dijalankan secara konsisten, meskipun di tengah keterbatasan fiskal dan efisiensi anggaran.
Program yang menyangkut pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan ketahanan pangan harus memperoleh perhatian yang memadai.
Kita tidak ingin program pembangunan hanya terlihat baik dalam dokumen perencanaan, tetapi belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.
Ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata-mata berapa banyak program yang diluncurkan atau berapa besar anggaran yang terserap. Yang lebih penting adalah apakah masyarakat semakin mudah mengakses layanan pendidikan dan kesehatan, apakah kesempatan kerja semakin terbuka, apakah UMKM semakin berkembang, dan apakah keluarga-keluarga yang rentan semakin terlindungi.
Karena itu, setiap program prioritas perlu memiliki indikator keberhasilan yang jelas, sasaran penerima manfaat yang tepat, serta evaluasi berkala yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sinergi Harus Berjalan Bersama Pengawasan
Saya meyakini bahwa pembangunan Jawa Timur membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah provinsi, DPRD, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, saya memandang bahwa hubungan yang konstruktif antara legislatif dan eksekutif harus menghasilkan kebijakan yang semakin berkualitas. DPRD perlu memberikan dukungan terhadap program yang bermanfaat, sekaligus menyampaikan koreksi ketika terdapat kebijakan atau pelaksanaan program yang perlu diperbaiki.
Pengawasan bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai tujuan, anggaran digunakan secara bertanggung jawab, dan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Di tengah tantangan yang ada, kita tidak boleh kehilangan optimisme. Namun, optimisme juga tidak boleh membuat kita abai terhadap persoalan yang harus segera diselesaikan.
Jawa Timur membutuhkan keberanian untuk berbenah, kecermatan dalam mengelola anggaran, dan keteguhan untuk menjaga keberpihakan kepada rakyat.
Pada momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini, harapan saya sederhana tetapi mendasar: semoga Jawa Timur tidak hanya semakin maju secara ekonomi, tetapi juga semakin adil dalam distribusi pembangunan, semakin kuat dalam melindungi masyarakat yang rentan, dan semakin nyata dalam menghadirkan kesejahteraan.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pemerintah bukan hanya dinilai dari apa yang telah dibangun, melainkan dari seberapa besar perubahan positif yang benar-benar dirasakan oleh rakyatnya.
Selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Mari terus bersinergi, berbenah, dan bekerja untuk Jawa Timur yang semakin maju, adil, dan sejahtera.{}


