Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Puguh DPRD Jatim: Pertumbuhan Harus Jadi Kesejahteraan yang Dirasakan

Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PKS, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, MM, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan ekonomi.

Lebih dari itu, kemajuan harus tercermin dalam peningkatan kesejahteraan, pemerataan kesempatan kerja, serta akses pendidikan dan kesehatan yang semakin baik.

Hal itu disampaikan Puguh dalam Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 2026. Menurutnya, peringatan ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.

Puguh menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,33 persen pada 2025 merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun, tantangan masih besar, terutama karena angka kemiskinan pada Maret 2025 tercatat 9,50 persen atau sekitar 3,876 juta orang.

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka statistik. Masyarakat harus merasakan manfaatnya melalui pendapatan yang lebih baik, pekerjaan yang layak, dan akses layanan publik yang semakin mudah,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu.

Puguh juga menilai pemerintah perlu memperkuat sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat, seperti UMKM, pertanian, perikanan, dan industri padat karya. Investasi juga harus diarahkan agar tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi turut membuka lapangan kerja berkualitas.

Di bidang sumber daya manusia, ia mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara itu, layanan kesehatan yang terjangkau dan merata harus terus diperkuat, termasuk bagi masyarakat di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.

Puguh juga mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan antardaerah. Menurutnya, kemajuan Jawa Timur tidak boleh hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan atau pusat-pusat ekonomi, tetapi harus menjangkau masyarakat di wilayah pinggiran dan pedesaan.

Ia menambahkan, penggunaan APBD harus semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pembangunan infrastruktur juga perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan agar kemajuan ekonomi tidak menimbulkan persoalan baru di masa depan.

“Jawa Timur maju bukan hanya karena ekonominya tumbuh, tetapi karena pertumbuhan tersebut memperluas kesempatan hidup. Setiap rupiah APBD harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pendidikan yang lebih baik, kesehatan yang lebih dekat, pekerjaan yang lebih layak, dan pembangunan yang lebih merata,” tegasnya.

Puguh berharap peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan pembangunan benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top