Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengingatkan pemerintah agar tidak menyia-nyiakan momentum bonus demografi yang saat ini tengah dialami Indonesia. Menurutnya, besarnya jumlah generasi muda harus dioptimalkan menjadi kekuatan untuk mendorong kebangkitan ekonomi dan kemajuan bangsa.
Hal itu disampaikan Puguh dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. Ia menilai, pemuda selalu menjadi salah satu penggerak penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan di era modern.
“Sepanjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia, pemuda tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu motor penggerak bagi keberlangsungan dan kemajuan bangsa,” ujar Anggota DPRD Jatim dari dapil Malang Raya ini.
Menurutnya, bonus demografi merupakan peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah. Dominasi generasi muda, mulai dari milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha, perlu dipandang sebagai sumber daya strategis yang harus disiapkan dan diberi ruang untuk berkontribusi.
Puguh menegaskan, peluang tersebut tidak akan otomatis menghasilkan pertumbuhan ekonomi jika tidak disertai kebijakan yang tepat. Pemerintah harus memastikan generasi muda memiliki akses terhadap pendidikan, pekerjaan, serta kebutuhan dasar kehidupan, termasuk sandang, pangan, dan papan.
Ia menyoroti persoalan ketersediaan lapangan kerja yang masih menjadi tantangan, terutama bagi kalangan muda yang memasuki usia produktif. Di Jawa Timur, menurut data yang ia sampaikan, jumlah angkatan kerja mencapai sekitar 25 juta orang sehingga membutuhkan perhatian serius dalam penyediaan kesempatan kerja.
“Hal-hal prinsip seperti akses pendidikan dan ketersediaan lapangan pekerjaan harus diselesaikan pemerintah. Dengan begitu, momentum bonus demografi benar-benar bisa dikonversi menjadi kebangkitan ekonomi dan kebangkitan bangsa,” katanya.
Puguh menambahkan, semangat patriotisme dan heroisme yang diwarisi dari para pemuda pendahulu harus disalurkan melalui ruang-ruang produktif. Salah satunya dengan menghadirkan kebijakan yang membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak, bekerja, berusaha, dan meningkatkan kesejahteraan.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah memperhatikan aspirasi dan keresahan anak muda. Menurutnya, kekecewaan akibat terbatasnya akses terhadap pekerjaan dan kebutuhan dasar dapat memicu ketidakpuasan sosial jika tidak direspons dengan baik.
“Jangan sampai semangat heroisme anak-anak muda justru muncul karena kekecewaan akibat tidak adanya kepastian dari pemerintah terhadap kebutuhan dasar mereka,” ujarnya.
Pada peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda ini, Puguh mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan semangat persatuan dan perjuangan pemuda sebagai energi dalam mengisi kemerdekaan. Pemerintah, sebagai pemangku kebijakan, memiliki peran penting untuk memastikan generasi muda memperoleh kesempatan yang memadai untuk berkembang dan berkontribusi.
“Momentum ini waktunya kita berpikir dengan lapang dan jernih untuk memberikan yang terbaik dalam mengisi kemerdekaan. Kita harus saling mendukung, terutama pemerintah, agar generasi di era bonus demografi memiliki semangat patriotisme untuk menyokong kemajuan bangsa,” pungkasnya.{}



