Stok Hewan Kurban Jatim Surplus, Khusnul DPRD Jatim Soroti Anjloknya Harga Domba

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Khusnul Khuluk, memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur menjelang Iduladha tahun ini dalam kondisi surplus. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator positif keberhasilan sektor peternakan di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, stok hewan kurban di Jawa Timur dipastikan surplus. Ini menunjukkan keberhasilan Dinas Peternakan Jawa Timur dalam mengembangkan sektor peternakan, baik sapi maupun domba,” ujar Khusnul.

Meski demikian, ia mengaku prihatin terhadap kondisi harga domba yang terus merosot dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, rendahnya harga jual sangat memberatkan para peternak kecil.

“Kondisi harga domba sangat memprihatinkan. Di daerah saya, domba 20 kilogram harganya sekitar Rp500 ribu. Bahkan anakan domba hanya dihargai Rp100 ribu sampai Rp150 ribu, hampir setara harga ayam jago,” ungkapnya.

Khusnul menilai situasi tersebut tidak sebanding dengan biaya dan kerja keras para peternak dalam memelihara ternak. Ia pun mendorong adanya terobosan kebijakan agar harga domba lebih stabil dan menguntungkan peternak.

Berbeda dengan domba, ia menyebut harga sapi masih relatif stabil dan menguntungkan peternak. Sementara harga kambing juga dinilai masih cukup baik di pasaran.

“Yang paling menggembirakan bagi peternak saat ini adalah sapi, karena harganya masih stabil dan cukup baik,” katanya.

Selain itu, Khusnul juga mengajak masyarakat Muslim di Jawa Timur yang memiliki kemampuan ekonomi untuk berkurban pada tahun ini. Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat.

“Berkurban bukan hanya menjalankan sunnah Rasulullah dan perintah Allah, tetapi juga membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menggerakkan ekonomi peternak,” ujarnya.

Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur lebih aktif membantu pemasaran hewan kurban ke luar daerah, terutama ke provinsi yang membutuhkan pasokan ternak.

“Kami berharap ada peran aktif pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk mencarikan pasar di luar Jawa Timur, misalnya ke Kalimantan atau provinsi lain, sehingga hasil jerih payah peternak benar-benar bisa dinikmati,” pungkasnya.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top