Khusnul Khuluk Soroti Keselamatan Wisata Pantai Usai Wisatawan Tewas Terseret Ombak di Payangan

Tragedi meninggalnya seorang wisatawan yang terseret ombak di Pantai Seruni Payangan, Kabupaten Jember, menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Jember-Lumajang, Khusnul Khuluk.

Ia meminta pengelola destinasi wisata pantai meningkatkan pengawasan dan sistem keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Seperti diketahui, Tim SAR gabungan menemukan satu dari dua wisatawan yang sebelumnya terseret ombak di Pantai Seruni Payangan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (1/6/2026).

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan wisatawan saat beraktivitas di kawasan pantai selatan yang dikenal memiliki karakter ombak besar dan arus yang kuat.

Khusnul menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengunjung yang berwisata di pantai.

“Yang pertama, para pengunjung harus mengikuti aturan yang ada. Jangan sampai terlalu mendekati ombak hanya karena ingin mendapatkan konten atau foto yang menarik. Jangan sampai mengejar konten tetapi justru kehilangan nyawa,” ujarnya.

Legislator PKS itu menilai masih banyak wisatawan yang kurang memahami risiko gelombang tinggi di kawasan pantai selatan Jawa Timur.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan arahan petugas di lokasi wisata.

Selain mengingatkan wisatawan, Khusnul juga meminta pengelola wisata dan instansi terkait meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan kawasan pantai, terutama yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Menurutnya, kehadiran petugas keselamatan yang siaga di titik-titik rawan menjadi hal yang sangat penting.

“Pengelola wisata harus lebih profesional. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang. Harus ada petugas yang standby untuk terus mengingatkan pengunjung, baik melalui pengeras suara maupun secara langsung di lapangan,” katanya.

Ia juga mendorong pemasangan papan peringatan yang lebih jelas dan mudah terlihat oleh pengunjung.

Menurutnya, informasi mengenai bahaya ombak, area terlarang untuk berenang, serta titik rawan kecelakaan harus dipasang secara memadai di sepanjang kawasan wisata pantai.

“Peringatan-peringatan keselamatan harus diperbanyak. Baik berupa papan informasi maupun pengumuman berkala agar wisatawan benar-benar memahami risiko yang ada,” tambahnya.

Khusnul berharap tragedi di Pantai Payangan menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pengelola wisata pantai di Jawa Timur untuk memperkuat standar keselamatan pengunjung.

“Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas. Dengan pengawasan yang baik dan kesadaran pengunjung untuk mematuhi aturan, kejadian serupa bisa diminimalkan,” pungkasnya.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top