Harga Telur Ambruk, Khusnul Khuluk Minta Pemerintah Perluas Menu Telur di Program MBG

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu peternak ayam petelur yang saat ini terpukul akibat anjloknya harga telur di pasaran.

Menurut Khusnul, kondisi tersebut membuat banyak peternak menjerit karena harga jual telur tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat, terutama harga pakan ternak.

“Kalau pemerintah benar-benar ingin membantu peternak ayam petelur, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menggencarkan kembali konsumsi telur, termasuk melalui program MBG atau Makan Bergizi Gratis. Menu telur perlu lebih sering dimasukkan, misalnya dua kali dalam seminggu, sehingga produksi telur peternak bisa terserap,” ujar Khusnul.

Legislator Fraksi PKS itu menilai program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi solusi ganda, yakni membantu pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga telur di tingkat peternak.

Selain itu, ia menilai lesunya daya beli masyarakat turut memengaruhi turunnya konsumsi telur dan produk pangan lainnya. Kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih membuat belanja rumah tangga semakin ditekan.

“Memang ada dampak dari kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini belum baik-baik saja. Akibatnya konsumsi telur, daging, dan kebutuhan lainnya ikut menurun,” katanya.

Khusnul mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa intervensi pemerintah, banyak peternak kecil berpotensi gulung tikar karena tidak mampu menutup biaya operasional harian.

Karena itu, ia mendorong pemerintah menyiapkan skema bantuan atau subsidi sementara bagi peternak agar mereka tetap bisa bertahan di tengah anjloknya harga telur.

“Kalau pasar belum mampu menyerap produksi telur yang ada, pemerintah perlu hadir memberikan subsidi agar peternak tetap bisa bertahan dan tidak sampai gulung tikar,” tegasnya.

Selain itu, Khusnul juga meminta pemerintah menekan harga pakan ternak yang selama ini menjadi beban terbesar peternak, terutama bahan baku impor seperti jagung dan komponen pakan lainnya.

Menurutnya, stabilisasi harga pakan menjadi kunci penting agar harga telur di tingkat peternak juga bisa lebih stabil dan usaha peternakan tetap berjalan sehat.

“Harapannya pemerintah juga bisa membantu menekan harga pakan, terutama bahan impor seperti jagung dan lainnya, sehingga harga telur bisa kembali stabil,” pungkasnya.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top