Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Surabaya, Lilik Hendarwati, mengapresiasi langkah cepat aparat Polrestabes Surabaya yang berhasil menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan seorang suporter Persebaya (Bonek) berinisial GAD (18) dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Persebaya ke-99, Kamis (18/6/2026) dini hari.
Lilik menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya warga Surabaya tersebut. Menurutnya, peristiwa tragis itu menjadi duka bagi seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar Persebaya dan warga Kota Pahlawan.
“Saya turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu warga dalam rangkaian perayaan ulang tahun Persebaya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Lilik.
Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu menilai keberhasilan aparat kepolisian mengungkap dan menangkap pelaku patut diapresiasi sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan keadilan kepada masyarakat.
Menurutnya, proses hukum harus terus dikawal hingga tuntas agar memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi pelajaran bagi siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kegembiraan dan semangat kebersamaan tidak boleh berujung pada hilangnya nyawa manusia. Aparat penegak hukum perlu mengusut tuntas pelaku pembacokan dan memastikan proses hukum berjalan secara adil sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.
Lilik juga mengajak seluruh suporter sepak bola untuk menjadikan kecintaan terhadap klub kebanggaan sebagai sarana mempererat persaudaraan dan solidaritas, bukan sebaliknya menjadi ruang munculnya kekerasan maupun tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain.
“Kepada seluruh suporter dan peserta konvoi, saya mengajak untuk menjadikan budaya mendukung klub kebanggaan sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan membuka ruang bagi tindakan kekerasan, provokasi, ataupun perilaku yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, legislator PKS dari Surabaya itu menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi bersama terhadap penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, penyelenggara kegiatan, komunitas suporter, serta seluruh pihak terkait harus diperkuat agar kegiatan serupa dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Lilik menegaskan sedikitnya ada enam hal yang perlu menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kegiatan akbar seperti konvoi perayaan ulang tahun klub sepak bola.
Pertama, perencanaan dan perizinan yang jelas, termasuk penentuan rute, titik kumpul, waktu kegiatan, serta estimasi jumlah peserta yang terlibat.
Kedua, pengamanan berlapis oleh aparat keamanan dan petugas terkait pada titik-titik rawan kerumunan maupun potensi konflik.
Ketiga, koordinasi intensif dengan komunitas suporter sebagai mitra keamanan sekaligus agen edukasi di lapangan.
Keempat, penerapan aturan yang tegas, termasuk larangan membawa senjata tajam, minuman keras, petasan berbahaya, maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
Kelima, penyediaan pos kesehatan, layanan darurat, serta jalur evakuasi untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Keenam, edukasi dan kampanye keselamatan kepada seluruh peserta agar konvoi berlangsung tertib, menghormati pengguna jalan lain, serta tidak merugikan masyarakat.
“Hal-hal tersebut harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah, kepolisian, penyelenggara, komunitas suporter, dan seluruh pihak terkait agar kegiatan besar seperti ini dapat berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.
Lilik berharap tragedi yang menimpa salah satu suporter Persebaya tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk terus mengedepankan sportivitas, kedewasaan, dan keselamatan dalam setiap bentuk perayaan.
“Kecintaan terhadap klub sepak bola harus diwujudkan dalam semangat sportivitas, kedewasaan, dan penghormatan terhadap keselamatan sesama. Tidak ada euforia yang sebanding dengan hilangnya satu nyawa,” pungkasnya.{}



