Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan melalui sektor perikanan. Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Muhammad Khusnul Khuluk, bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang menyalurkan bantuan budidaya ikan gurami kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Kabupaten Lumajang.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Pokdakan air tawar di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, dan Desa Karangsari, Kabupaten Lumajang, Jumat (5/6/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Yuli Harisma Wati, mengatakan Kabupaten Lumajang memiliki potensi besar dalam pengembangan perikanan air tawar karena didukung ketersediaan sumber air yang melimpah.
“Potensi perikanan air tawar di Lumajang sangat besar. Dengan luas lahan budidaya yang tersedia dan sumber air yang melimpah, sektor ini dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Namun, potensi tersebut masih perlu terus dioptimalkan,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang itu menjelaskan, program bantuan budidaya gurami tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi ikan, tetapi juga menjadi stimulan bagi kelompok pembudidaya lainnya agar ikut mengembangkan usaha serupa.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam budidaya perikanan, maka semakin kuat pula ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang lahirnya kemandirian ekonomi masyarakat.
“Gurami merupakan komoditas ikan air tawar bernilai tinggi. Banyak dibutuhkan restoran dan rumah makan sehingga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Karena itu, budidaya gurami sangat potensial untuk dikembangkan,” katanya.
Dalam program tersebut, setiap kelompok menerima bantuan berupa 1.200 ekor benih gurami, kolam terpal bulat, 840 kilogram pakan pelet apung, pompa air gasoline, probiotik, hingga serok panen. Selain bantuan sarana dan prasarana, kelompok juga mendapatkan pendampingan teknis guna meningkatkan keberhasilan budidaya.
Ketua Pokdakan Flamboyan Desa Karangsari, Wasis, menyambut baik program tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kelompok maupun masyarakat sekitar.
“Kami berharap program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebagai bentuk ketahanan pangan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. Kendala budidaya gurami selama ini adalah harga pakan yang cukup mahal dan masa panen yang panjang. Untuk menghasilkan gurami berukuran besar bisa membutuhkan waktu hingga dua tahun,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Pokdakan Sumber Rezeki Desa Wotgalih, Hanafi, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.
“Kami sangat berterima kasih kepada Abah Khusnul dan Dinas Perikanan atas bantuan budidaya ikan gurami ini. Program ini membantu meningkatkan hasil budidaya sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi petani ikan di daerah kami,” katanya.
Di tengah meningkatnya permintaan ikan air tawar di pasaran, bantuan budidaya gurami ini diharapkan mampu memperkuat produksi perikanan lokal, menjaga ketahanan pangan masyarakat, sekaligus meningkatkan pendapatan para pembudidaya ikan di Kabupaten Lumajang.
Khusnul Khuluk menilai sektor perikanan air tawar memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Karena itu, ia berharap semakin banyak kelompok masyarakat yang terdorong mengembangkan usaha budidaya ikan sebagai sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi desa.
“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan. Budidaya gurami menjadi salah satu peluang yang sangat menjanjikan untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.{}



