Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan bersiap meluncurkan layanan Trans Laut Jatim, moda transportasi laut cepat yang akan menghubungkan Probolinggo dengan sejumlah wilayah kepulauan di Madura.
Program yang dijadwalkan beroperasi mulai akhir November 2025 ini disebut sebagai salah satu terobosan besar Pemprov Jatim dalam memperluas konektivitas maritim dan meningkatkan aksesibilitas warga kepulauan.
Kapal cepat Trans Laut Jatim akan melayani dua pola rute berbeda. Pada hari kerja (weekday), kapal akan beroperasi di jalur Probolinggo – Gili Ketapang – Gili Mandangin – Pelabuhan Branta.
Sementara pada akhir pekan (weekend), rutenya diperpanjang hingga Gili Iyang dan Kalianget, menyesuaikan tingginya minat wisatawan pada destinasi bahari unggulan tersebut.
Anggota Komisi D DPRD Jatim, Harisandi Savari, menyambut baik inovasi transportasi laut ini, namun mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya bukan hanya pada peluncuran, melainkan keberlanjutan layanan.
“Jangan sampai putus di tengah jalan. Artinya, bukan hanya peluncuran yang penting, tetapi bagaimana layanan dijalankan secara rutin, reliable, dan terjangkau,” tegas legislator PKS itu.
Ia menekankan bahwa sejumlah kajian teknis dan ekonomi perlu dilakukan secara matang sebelum operasional penuh diberlakukan. Mulai dari penetapan tarif, skema subsidi, kapasitas kapal, standar keamanan, hingga mekanisme operasional harian.
“Program ini tidak boleh hanya bagus di rencana, tetapi harus kuat dalam pelaksanaan. Semua aspek teknis harus dihitung dengan cermat,” ujarnya.{}



