Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperluas program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana yang kerap melanda berbagai wilayah di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Puguh saat menjadi narasumber pada pembukaan Pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang diselenggarakan BPBD Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Malang di Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Selasa (14/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut hadir jajaran Forkopimcam Wajak, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang beserta jajaran, serta tokoh masyarakat setempat.
Menurut Puguh, program Destana merupakan investasi penting dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat desa. Sebab, masyarakat merupakan pihak pertama yang menghadapi risiko ketika bencana terjadi.
“Program Destana adalah salah satu program unggulan BPBD Provinsi Jawa Timur yang sangat strategis. Masyarakat desa perlu dibekali kemampuan mitigasi sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan mandiri saat menghadapi bencana,” ujar Sekretaris Fraksi PKS di DPRD Jawa Timur itu.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Malang, hingga saat ini telah terbentuk sekitar 166 Desa Tangguh Bencana dari total sekitar 390 desa yang ada di Kabupaten Malang.
Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi, namun masih perlu terus diperluas mengingat tingginya potensi bencana di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Malang.
“Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Karena itu, pembentukan Destana harus terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan mitigasi kebencanaan,” katanya.
Puguh menjelaskan, keberhasilan pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Ia menilai pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, dan warga menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana.
“Kolaborasi aktif seluruh unsur sangat penting. Ketika masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana, maka dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” jelasnya.
Pelatihan Destana yang berlangsung selama tujuh hari tersebut, lanjut Puguh, merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang didukung DPRD Jatim dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
“Melalui pelatihan yang didampingi fasilitator kompeten, masyarakat tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam melakukan mitigasi dan penanganan awal ketika bencana terjadi,” tuturnya.
Puguh berharap program Desa Tangguh Bencana terus diperluas hingga menjangkau seluruh desa di Jawa Timur sehingga mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mengurangi risiko korban maupun kerugian akibat bencana.
“Semakin banyak desa yang tangguh, semakin siap pula masyarakat Jawa Timur menghadapi berbagai ancaman bencana. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat,” pungkasnya.{}



