Musim kemarau yang mulai berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang mendapat perhatian Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk. Ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat yang mulai mengalami krisis air.
Permintaan tersebut disampaikan Khusnul menyusul semakin meluasnya wilayah terdampak kekeringan di Lumajang.
“Kami minta Pemerintah Provinsi memberikan tambahan bantuan air bersih. Biasanya setiap tahun ada bantuan droping air bersih, tetapi tahun ini perlu ditingkatkan karena musim kemarau diperkirakan lebih panjang dibanding tahun lalu,” ujar Anggota Fraksi PKS di DPRD Jatim itu.
Berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Lumajang, pada musim kemarau 2026 terdapat enam kecamatan dengan 19 desa yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih, yakni di Kecamatan Ranuyoso, Padang, Klakah, Kedungjajang, Senduro, dan Gucialit.
Pemerintah Kabupaten Lumajang bahkan telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dan mulai mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Distribusi perdana dilakukan di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, yang menjangkau sedikitnya 124 kepala keluarga atau 425 jiwa.
Khusnul menilai, langkah cepat pemerintah sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar berupa air bersih.
“Jangan sampai masyarakat semakin kesulitan karena kemarau yang lebih panjang. Bantuan air bersih harus disiapkan sejak dini dan jumlahnya ditambah agar mampu memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak,” katanya.
Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD, serta pemerintah desa agar distribusi bantuan dilakukan tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.
Menurut Khusnul, penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air bersih, tetapi juga perlu diikuti langkah antisipatif jangka panjang seperti penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, pembangunan embung, optimalisasi sumber mata air, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan air selama musim kemarau.
“Kita berharap seluruh kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh warga, terutama mereka yang setiap tahun menjadi langganan kekeringan,” pungkasnya.{}



