Influenza Merebak di Sekolah, Lilik DPRD Jatim Minta Surabaya Perkuat Mitigasi

Meningkatnya kasus influenza di Surabaya, terutama di kalangan anak-anak, mendapat perhatian Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Surabaya, Lilik Hendarwati.

Ia meminta Pemerintah Kota Surabaya memperkuat langkah mitigasi, khususnya di lingkungan sekolah yang menjadi salah satu titik berkumpulnya anak-anak.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya menyebut terdapat sedikit peningkatan kasus demam dan influenza di tengah perubahan cuaca. Dinkes Surabaya juga mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan tetap tenang.

Di sisi lain, sejumlah rumah sakit di Surabaya melaporkan peningkatan pasien influenza, terutama anak-anak, dalam sepekan terakhir. RS Husada Utama bahkan menyebut ruang pediatrik dan IGD mengalami kepadatan sehingga harus menambah ruang pelayanan.

Lilik mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama karena sekolah merupakan tempat anak-anak beraktivitas dan berkumpul dalam jumlah besar. Ketika satu anak mengalami influenza, penularan dapat dengan cepat terjadi kepada teman-teman sekelasnya.

“Segera mitigasi di sekolah-sekolah. Harus ada pemeriksaan, mungkin secara intensif utamanya di sekolah, karena sekolah itu tempat anak-anak berkumpul. Ketika satu terserang, hampir satu kelas bisa ikut terserang,” kata Ketua Fraksi PKS di DPRD Jatim itu.

Menurutnya, dalam situasi tersebut anak-anak di sekolah bergantian mengalami sakit setiap hari. Pengalaman itu, menurut Lilik, menunjukkan pentingnya langkah pencegahan dan deteksi dini di lingkungan sekolah.

Lilik meminta Dinas Kesehatan Surabaya segera memperkuat sosialisasi mengenai kondisi influenza yang sedang banyak ditemukan di masyarakat. Sosialisasi tersebut perlu dilakukan secara proporsional agar masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan tanpa menimbulkan kepanikan.

“Yang pertama tentu sosialisasi tentang adanya kondisi ini, membangun kesadaran masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan. Kemudian pemeriksaan bagi yang merasa mengalami gejala,” ujarnya.

Menurut Lilik, masyarakat yang mengalami gejala influenza juga perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, terutama puskesmas. Langkah tersebut penting agar kondisi kesehatan dapat diketahui dan penanganan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.

Selain itu, Lilik meminta masyarakat yang sedang sakit untuk sementara mengurangi aktivitas di tempat-tempat yang menjadi pusat kerumunan. Anak yang sakit sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak dipaksakan masuk sekolah, sementara pekerja yang mengalami gejala juga perlu mempertimbangkan untuk beristirahat.

“Bagi yang sakit harus langsung tidak berada di tempat-tempat kerumunan. Yang sekolah atau bekerja, kalau sedang sakit, istirahat dulu,” tegasnya.

Lilik juga mengingatkan pentingnya memperhatikan faktor lingkungan. Menurutnya, kondisi kualitas udara dan lingkungan perkotaan juga perlu mendapat perhatian pemerintah dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat.

Ia meminta perangkat daerah terkait tidak hanya fokus pada penanganan ketika kasus sudah muncul, tetapi juga memperhatikan faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan warga Surabaya.

Di tengah meningkatnya keluhan terkait gangguan kesehatan, Lilik juga menyebut masih adanya keluhan masyarakat mengenai kualitas air di sejumlah wilayah. Ia berharap persoalan lingkungan tersebut turut menjadi perhatian pemerintah karena kualitas lingkungan berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat.

Lilik menilai mitigasi harus dilakukan secara terpadu, mulai dari edukasi, deteksi dini, pemeriksaan, pembatasan aktivitas bagi warga yang sakit, hingga penguatan perhatian terhadap lingkungan. Dengan langkah tersebut, peningkatan kasus influenza diharapkan tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih luas.

Sementara itu, data surveilans Kementerian Kesehatan per 12 September 2026 menunjukkan proporsi influenza pada minggu ke-35 meningkat menjadi 38 persen dari 22 persen pada minggu sebelumnya. Data tersebut merupakan bagian dari pemantauan influenza dan penyakit pernapasan melalui fasilitas kesehatan sentinel.

Lilik menegaskan, kewaspadaan tetap diperlukan meski pemerintah menyatakan kondisi pelayanan kesehatan di Surabaya masih berjalan normal. Menurutnya, langkah pencegahan sejak lingkungan sekolah dan keluarga tetap penting untuk menjaga anak-anak dan masyarakat dari risiko penularan.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top