Bromo Kembali Dibuka, Khusnul Khuluk Minta Pengamanan Diperketat dan Penghijauan Dipercepat

Kembalinya kawasan wisata Gunung Bromo setelah kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan sekitar 1.120 hektare disambut positif Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk. Namun, ia mengingatkan agar pembukaan kembali destinasi wisata tersebut tidak membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menurun.

Kawasan wisata Gunung Bromo telah kembali dibuka sejak Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB secara serentak melalui empat wilayah akses, yakni Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Kunjungan wisatawan juga dibatasi maksimal 2.752 orang per hari.

“Alhamdulillah kalau sudah dibuka kembali. Tetapi karena sekarang masih bulan kemarau, petugas tidak boleh lengah. Harus terus memantau dan mempersiapkan alat-alat yang kemungkinan diperlukan jika terjadi kebakaran kembali,” kata Khusnul.

Menurutnya, pembukaan kembali Bromo merupakan kabar baik bukan hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di empat daerah penyangga.

Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Timur yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kawasan ini menawarkan kombinasi lanskap vulkanik, lautan pasir, kawah aktif, panorama matahari terbit, serta kekayaan budaya masyarakat Tengger.

“Bromo ini bukan hanya milik satu daerah. Ini aset pariwisata Jawa Timur yang sudah dikenal secara internasional. Karena itu, kita harus menjaganya bersama-sama. Jangan sampai kejadian kebakaran kembali mengganggu keberlanjutan pariwisata kita,” tegas legislator PKS tersebut.

Khusnul juga mengingatkan wisatawan agar ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran. Menurutnya, musim kemarau membuat kawasan Bromo sangat rentan terhadap munculnya titik api.

Ia meminta pengunjung tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Pengunjung juga harus berhati-hati. Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Hindari kegiatan-kegiatan yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Ia menilai pembatasan kuota kunjungan yang diterapkan pascakebakaran juga perlu dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga daya dukung kawasan, bukan semata-mata pembatasan terhadap wisatawan.

“Keselamatan pengunjung dan kelestarian kawasan harus menjadi prioritas. Jangan karena ingin mengejar jumlah wisatawan, kemudian aspek keselamatan dan lingkungan diabaikan,” katanya.

Lebih jauh, Khusnul meminta pemerintah tidak berhenti pada proses pemadaman dan pembukaan kembali kawasan. Pascakebakaran, menurutnya, harus segera dilanjutkan dengan program pemulihan ekosistem, termasuk penghijauan pada kawasan yang terdampak.

“Ke depan memang harus ada pola penghijauan, sehingga Bromo bisa kembali lebih asri dan lebih bagus serta tidak terjadi lagi kebakaran,” katanya.

Ia mendorong agar proses rehabilitasi dilakukan dengan memperhatikan karakter ekosistem setempat. Penghijauan juga perlu melibatkan masyarakat sekitar sehingga selain memulihkan lingkungan, program tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap kawasan konservasi.

Khusnul juga mengusulkan penguatan edukasi bagi wisatawan, pelaku usaha, maupun masyarakat sekitar mengenai pencegahan kebakaran.

Menurutnya, pengelolaan Bromo harus menggunakan pendekatan pariwisata berkelanjutan. Artinya, manfaat ekonomi dari wisata tetap berjalan, tetapi kelestarian alam dan budaya Tengger harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

“Kalau Bromo kita jaga, yang mendapatkan manfaat bukan hanya wisatawan. Masyarakat di sekitar juga mendapatkan manfaat ekonomi. Pelaku UMKM, jeep, penginapan, pedagang, hingga sektor transportasi semuanya bergerak,” jelasnya.

Ia berharap momentum dibukanya kembali Bromo menjadi titik balik untuk membangun sistem pengelolaan wisata yang semakin aman, tertib, sekaligus ramah lingkungan.

“Bromo harus kita jaga sebagai destinasi kelas dunia. Wisatawan boleh datang, ekonomi masyarakat harus tumbuh, tetapi alamnya juga harus tetap lestari. Jangan sampai kita menikmati keindahan Bromo hari ini dengan mengorbankan Bromo untuk generasi berikutnya,” pungkas Khusnul.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top