Lonjakan Kasus HIV di Jatim Tertinggi Nasional, Fraksi PKS Minta Pencegahan Diperkuat dan Penanganan Tanpa Stigma

Lonjakan kasus HIV/AIDS di Jawa Timur yang menjadi tertinggi secara nasional mendapat perhatian serius Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jawa Timur tahun 2025, jumlah orang yang hidup dengan HIV/AIDS di Jawa Timur mencapai 65.238 orang, dengan penambahan 2.599 kasus baru hanya dalam periode Januari–Maret.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menyatakan kondisi tersebut tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan kesehatan, melainkan juga menyangkut aspek sosial, pendidikan, hingga ketahanan keluarga.

“Meningkatnya kasus HIV di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, harus menjadi perhatian serius semua pihak. Ini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial, pendidikan, dan ketahanan keluarga,” ujar Lilik.

Menurutnya, tren peningkatan kasus yang terjadi di berbagai daerah menunjukkan perlunya langkah penanganan yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan agar penyebaran HIV dapat ditekan.

Karena itu, Fraksi PKS DPRD Jatim mendorong Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat tiga langkah strategis.

Pertama, meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat mengenai pencegahan HIV, khususnya bagi kelompok usia produktif dan remaja sebagai kelompok yang rentan.

Kedua, memperluas layanan skrining, konseling, dan pengobatan agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara mudah tanpa rasa takut maupun stigma.

Ketiga, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga dalam membangun perilaku hidup sehat sekaligus mencegah perilaku berisiko.

“Data yang dipublikasikan menunjukkan adanya tren peningkatan temuan kasus sehingga diperlukan langkah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas legislator PKS dari dapil Surabaya tersebut.

Lilik menambahkan, penanganan HIV harus dilakukan secara berimbang. Upaya pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi, penguatan nilai-nilai keluarga, serta pembinaan karakter generasi muda. Namun di sisi lain, masyarakat yang hidup dengan HIV juga harus mendapatkan hak atas layanan kesehatan tanpa diskriminasi.

“Kami mengingatkan agar penanganan HIV dilakukan dengan pendekatan yang berimbang. Di satu sisi, pencegahan harus diperkuat melalui edukasi, penguatan nilai-nilai keluarga, dan pembinaan generasi muda. Di sisi lain, masyarakat yang hidup dengan HIV harus mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi, karena stigma justru dapat menghambat deteksi dini dan pengobatan,” jelasnya.

Fraksi PKS berharap meningkatnya kasus HIV di Jawa Timur menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta membangun ketahanan keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi generasi masa depan.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top