Anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, mengajak masyarakat untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga kualitas demokrasi.
Menurutnya, warga tidak cukup hanya menggunakan hak pilih saat pemilu, tetapi juga harus menjadi penjaga demokrasi dengan aktif mengawal jalannya pemerintahan dan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
Hal itu disampaikan Lilik saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Demokrasi Berkualitas bertema “Demokrasi Berkualitas Dimulai dari Masyarakat: Peran KPU dan Partisipasi Publik” yang dihadiri tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, dan berbagai elemen masyarakat Surabaya.
“Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang peduli, kritis, dan berintegritas. Masyarakat bukan hanya pemilih, tetapi juga penjaga arah perjalanan bangsa,” ujar Lilik.
Menurutnya, demokrasi tidak berhenti ketika proses pemungutan suara selesai. Masyarakat memiliki tanggung jawab untuk terus mengawal kebijakan pemerintah, memberikan masukan, serta menjaga persatuan meski memiliki pilihan politik yang berbeda.
Lilik menilai kualitas demokrasi akan sangat menentukan kualitas pemimpin yang terpilih, kebijakan yang dihasilkan, hingga arah pembangunan yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, kapasitas, dan integritas, bukan karena pengaruh sesaat.
“Harapan kami, masyarakat semakin memahami pentingnya memilih berdasarkan gagasan, kapasitas, dan integritas. Ketika masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihan, maka peluang lahirnya pemimpin yang amanah dan berpihak kepada rakyat akan semakin besar,” tegasnya.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan demokrasi saat ini, seperti politik uang, penyebaran hoaks dan disinformasi, polarisasi masyarakat, hingga rendahnya partisipasi publik. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan penguatan literasi politik dan pendidikan demokrasi yang menyentuh masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Lilik menambahkan, membangun demokrasi yang sehat membutuhkan sinergi semua pihak. KPU bertugas menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu, tokoh masyarakat berperan memberikan edukasi dan menjaga kondusivitas, masyarakat berpartisipasi sekaligus melakukan pengawasan, sedangkan DPRD menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Jika seluruh unsur ini bersinergi, maka demokrasi akan semakin matang dan berkualitas. Demokrasi yang kuat tidak lahir dari banyaknya pemilih semata, tetapi dari kualitas kesadaran masyarakat dalam memilih, mengawasi, dan menjaga persatuan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Lilik berharap masyarakat Surabaya semakin dewasa dalam berdemokrasi, mampu menghargai perbedaan pilihan politik, serta terus berkontribusi melahirkan kepemimpinan yang berkualitas demi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan fondasi penting bagi terwujudnya demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.{}



