Waspada Cuaca Ekstrem Nataru, Harisandi DPRD Jatim Minta Pemprov Siapkan Strategi Mudik Lebih Matang

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Momentum libur panjang yang berbarengan dengan puncak musim hujan dinilai menjadi kombinasi yang harus diantisipasi serius.

“Waspada cuaca ekstrem dan dampak hidrometeorologi saat merayakan Nataru,” ujar legislator PKS yang juga Ketua Kadin Pamekasan tersebut, Selasa (9/12/2025).

Harisandi menjelaskan, cuaca ekstrem berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga puting beliung.

Karena itu, ia mendorong Pemprov Jatim menyiapkan strategi mudik yang lebih detail dan adaptif terhadap kondisi cuaca.

“Cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah harus punya strategi mudik yang matang, termasuk antisipasi bencana,” jelas mantan jurnalis itu.

Selain cuaca, potensi kemacetan juga menjadi perhatian. Libur sekolah, meningkatnya mobilitas masyarakat antara kota, serta padatnya destinasi wisata diprediksi bakal menambah beban lalu lintas.

“Harus ada rekayasa lalu lintas, mulai one way, contra flow, hingga ganjil-genap jika diperlukan,” tegasnya.

Harisandi juga menyoroti perkembangan infrastruktur tol yang kini telah tersambung hingga Banyuwangi. Ruas Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) sebagai kepingan terakhir Tol Trans Jawa telah beroperasi secara fungsional dan patut menjadi pertimbangan dalam perumusan strategi mudik Nataru tahun ini.

Sementara itu, BMKG Juanda Surabaya sebelumnya mengimbau masyarakat Jatim untuk meningkatkan kewaspadaan karena wilayah ini akan memasuki puncak musim hujan pada Januari-Februari 2026.

Pada periode tersebut, intensitas hujan diperkirakan meningkat disertai angin kencang dan potensi bencana hidrometeorologi.

Dengan berbagai faktor risiko tersebut, Harisandi meminta masyarakat tetap berhati-hati selama perjalanan dan pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kita harus siap menghadapi cuaca ekstrem dan lonjakan mobilitas secara bersamaan,” pungkasnya.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top