Viral Telur Berlumur Kotoran di Magetan, Agus Cah DPRD Jatim Desak Pengawasan Ketat MBG

Viral di media sosial temuan telur rebus berlumur kotoran ayam dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, memicu sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Jawa Timur, Agus Cahyono, mendesak agar pengawasan pelaksanaan MBG diperketat.

Agus, yang akrab disapa Agus Cah, menegaskan bahwa pada prinsipnya program MBG merupakan kebijakan yang sangat baik untuk masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi pelajar.

Menurutnya, secara konsep program tersebut telah dilengkapi dengan standar operasional prosedur (SOP) dan dukungan anggaran yang memadai.

“Tujuan MBG ini bagus, semuanya sudah tercukupi. Sudah ada SOP termasuk anggaran, sehingga program ini sangat baik bagi masyarakat,” ujarnya

Namun demikian, Agus menilai insiden yang terjadi di Lembeyan menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan teknis di lapangan. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan ketat sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah.

“Yang pertama, sebelum dikirim tentunya tim kontrol perlu memperketat pemeriksaan oleh tim MBG saat masih di dapur sebelum pendistribusian. Jika muncul peristiwa tersebut maka itu lemah pengawasannya,” tegas legislator asal Trenggalek tersebut.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook Tri Winarsih memperlihatkan telur rebus yang diduga belum dibersihkan secara maksimal sebelum dimasak. Unggahan tersebut langsung memicu beragam respons warganet.

Selain pengawasan, Agus juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh untuk mencari akar persoalan, termasuk kemungkinan keterbatasan kapasitas dapur penyedia makanan.

“Misalnya kapasitas dapur kurang memadai, tentunya bisa ditambah sehingga bisa mengantisipasi adanya masalah dalam penyaluran MBG ke sekolah-sekolah,” tandasnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi bahan pembenahan agar program MBG tetap berjalan optimal dan tidak menurunkan kepercayaan masyarakat.

“Programnya sudah baik, tinggal penguatan pengawasan dan evaluasi teknis di lapangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top