Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menegaskan bahwa peran perempuan dan generasi muda (Gen Z & Milenial) kini menjadi tumpuan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Di tengah maraknya fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) muncul sebagai penyelamat yang kian dinamis.
Dalam sebuah diskusi di Podcast DPRD Jatim, Lilik Hendarwati menyoroti bagaimana perempuan memiliki kemampuan multitasking yang luar biasa dalam mengelola usaha rumah tangga hingga menjadi profesional.
“Perempuan lebih lihai mengambil peran di UMKM karena adanya dorongan kebutuhan ekonomi keluarga agar tetap stabil,” ujar Ketua Fraksi PKS Jatim itu.
Lilik yang dikenal memiliki banyak binaan UMKM di Surabaya ini, memberikan apresiasi khusus bagi anak muda yang memanfaatkan teknologi digital.
Menurutnya, Gen Z telah mengubah cara berbisnis dari konvensional menjadi lebih kreatif melalui pemanfaatan media sosial.
”Sekarang anak muda bisa menghasilkan uang sambil ‘main-main’ dengan gaya digital mereka. Terkadang bukan hanya soal rasa atau packaging, tapi karena viralitasnya, orang akan mencari produk tersebut meski di tempat yang tersembunyi sekalipun (hidden gem),” jelas Lilik.
Sebagai bentuk dukungan nyata dari fungsi penganggaran (budgeting) di DPRD Jatim, Lilik menginformasikan adanya program Prokesra (Program Kredit Sejahtera) melalui Bank UMKM Jawa Timur (BPR Jatim). Program ini dirancang khusus untuk memberikan akses modal yang sangat ringan bagi pelaku UMKM.
”Pemerintah memberikan subsidi bunga yang besar. Dari aslinya 12,25 persen, masyarakat hanya perlu membayar bunganya 3 persen saja per tahun. Ini adalah kesempatan bagi UMKM yang membutuhkan modal hingga Rp50 juta untuk terus berkembang,” tegas Anggota DPRD Jatim dari dapil Surabaya ini.
Meskipun teknologi sudah membantu pemasaran, Lilik mengingatkan bahwa kualitas produk dan kemasan (packaging) tetap menjadi kunci agar konsumen melakukan pembelian ulang (reorder). Ia mendorong pemerintah untuk lebih masif memberikan pelatihan desain kemasan agar produk lokal Jawa Timur bisa bersaing di kancah internasional.
”Kita bisa belajar dari produk souvenir luar negeri. Kadang produknya sederhana seperti sabun buatan rumah, tapi karena packaging-nya bagus, nilainya jadi tinggi. Kreativitas kemasan mampu meningkatkan harga jual produk UMKM kita,” tambahnya.
Di akhir pesannya, Lilik Hendarwati mengajak para pelaku UMKM, terutama kaum perempuan dan anak muda, untuk terus konsisten dan tidak mudah menyerah di tengah jalan.
“Konsistensi adalah kunci. Jangan berhenti saat menghadapi masalah, tapi carilah solusi agar usaha bisa terus sustain,” pungkasnya.{}



