Kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini mulai dikeluhkan pelaku usaha, terutama di pasar tradisional. Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, menilai lonjakan harga tersebut cukup signifikan dan perlu segera diantisipasi oleh pemerintah.
Menurut Khusnul, sebagai pihak yang dekat dengan aktivitas pasar, ia merasakan langsung dampak kenaikan harga plastik yang kini mencapai 30 hingga 60 persen.
“Saya kebetulan orang pasar, jadi sangat terasa kenaikan harga plastik ini. Kalau saya amati, kenaikannya antara 30 sampai 60 persen,” ujar legislator PKS itu.
Kenaikan harga ini dinilai berpotensi membebani para pedagang, khususnya pelaku usaha kecil yang masih sangat bergantung pada plastik sebagai kemasan utama.
Khusnul meminta pemerintah melalui dinas terkait, khususnya bidang perindustrian dan perdagangan, untuk segera melakukan langkah mitigasi agar harga tidak terus melonjak.
“Saya berharap dinas terkait bisa melakukan mitigasi agar harga plastik ini tidak terus naik. Kalau tidak ada terobosan, kasihan pelaku usaha yang masih sangat bergantung pada plastik,” katanya.
Di sisi lain, Khusnul juga mendorong pemerintah untuk mencari solusi jangka panjang, salah satunya dengan memperkuat industri daur ulang plastik di dalam negeri.
Menurutnya, langkah ini dapat menekan biaya produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.
“Salah satu solusi yang rasional adalah bagaimana pemerintah bisa mendorong daur ulang plastik menjadi bahan baku kembali dengan biaya yang lebih murah,” jelasnya.
Khusnul mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik diduga dipengaruhi oleh faktor global, terutama karena bahan baku plastik masih bergantung pada impor dari luar negeri.
Ia menyebut adanya dinamika geopolitik internasional juga turut berdampak terhadap kenaikan harga bahan baku tersebut.
“Informasi sementara, bahan bakunya ini banyak impor, dan ada pengaruh dari kondisi global. Tapi kita ingin tahu lebih dalam, khususnya dampaknya di Jawa Timur seperti apa,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi B DPRD Jawa Timur berencana memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan ini secara lebih mendalam.
Khusnul menegaskan pihaknya akan mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah agar kenaikan harga plastik tidak semakin memberatkan masyarakat.
“InsyaAllah akan kami bahas di komisi, termasuk mencari solusi agar persoalan ini bisa segera ditangani,” pungkasnya.{}



