Peristiwa ambruknya atap bangunan di tiga ruang kelas SMKN 1 Ampelgading, Kabupaten Malang, menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur segera mengambil langkah cepat untuk penanganan dan perbaikan.
Menurut Puguh, kejadian tersebut sangat disayangkan karena terjadi di momen awal masuk sekolah setelah libur Lebaran, saat para siswa seharusnya kembali fokus menjalani proses belajar mengajar.
“Ini tentu menjadi perhatian serius. Peristiwa ambruknya atap sekolah ini adalah kabar yang kurang baik di awal masuk sekolah setelah libur Lebaran,” ujar legislator PKS dari dapil Malang Raya ini.
Ia menilai, ambruknya ruang kelas tersebut berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar, terlebih saat ini sudah memasuki masa-masa penting seperti ujian tengah semester hingga ujian akhir sekolah.
“Anak-anak seharusnya bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, apalagi ini sudah mendekati masa ujian. Tapi justru dihadapkan pada kondisi ruang kelas yang ambruk,” katanya.
Puguh mendesak Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk segera melakukan perbaikan terhadap bangunan yang rusak agar aktivitas belajar tidak terganggu lebih lama.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas konstruksi dalam pembangunan ulang agar kejadian serupa tidak terulang.
“Dinas Pendidikan harus segera mencarikan solusi dan membangun kembali atap yang ambruk dengan konstruksi yang lebih kokoh dan layak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Puguh mengingatkan bahwa keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus menjadi prioritas utama dalam setiap pembangunan fasilitas pendidikan.
Menurutnya, bangunan sekolah harus dipastikan aman dan memenuhi standar kelayakan, sehingga tidak membahayakan saat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Yang paling penting adalah memastikan keamanan siswa dan guru. Jangan sampai kejadian seperti ini membahayakan mereka,” pungkasnya.{}



