Puguh DPRD Jatim: AI Harus Jadi Alat untuk Menguatkan Jejak Majapahit hingga Mendunia

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak boleh hanya dipandang sebagai teknologi untuk membuat konten. AI harus dimanfaatkan secara kritis, etis, dan kreatif untuk memperkuat potensi daerah, termasuk memperkenalkan jejak sejarah Majapahit ke panggung dunia.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, MM, saat menjadi narasumber dalam workshop “Sinergitas Media Digital untuk Jejak Majapahit yang Mendunia” dengan tema “Transformasi di Era Digital 5.0: Pemanfaatan Artificial Intelligence Secara Kritis, Etis dan Kreatif”, yang digelar Kominfo Provinsi Jawa Timur bersama sekitar 100 pegiat media sosial Kota Malang, Senin (24/8/2026).

Puguh mengatakan, AI harus digunakan secara kritis dengan selalu memeriksa kebenaran informasi yang dihasilkan, etis dengan menjaga privasi dan mencegah diskriminasi, serta kreatif untuk menghasilkan gagasan dan solusi baru.

“AI harus dimanfaatkan secara kritis, etis, dan kreatif. Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna, tetapi tidak memahami risiko dan tanggung jawab di balik teknologi tersebut,” ujar Puguh.

Menurutnya, perkembangan AI saat ini berlangsung sangat cepat. Ia mengutip The 2025 AI Index Report dari Stanford HAI yang mencatat 78 persen organisasi telah menggunakan AI pada 2024, meningkat dari 55 persen pada 2023.

Di sisi lain, Puguh mengingatkan bahwa AI juga membawa perubahan terhadap dunia kerja. Mengutip International Labour Organization (ILO), sekitar satu dari empat pekerja di dunia berada pada pekerjaan yang memiliki tingkat paparan terhadap AI generatif.

“Dampak yang paling mungkin bukan seluruh pekerjaan hilang, tetapi tugas-tugas dalam pekerjaan akan berubah. Karena itu, masyarakat harus menyiapkan kompetensi baru,” jelasnya.

Dalam konteks Jawa Timur, Puguh melihat AI memiliki peluang besar untuk mendukung sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga pelayanan publik. Termasuk bagaimana generasi muda dan pegiat media sosial dapat mengemas sejarah dan budaya Majapahit dengan pendekatan digital yang menarik bagi generasi global.

“AI bagi kebijakan publik bukan sekadar membuat layanan pemerintah lebih modern. AI harus membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih akurat, meningkatkan daya saing kota pendidikan, dan menyelesaikan persoalan masyarakat secara kreatif serta inklusif,” tegasnya.

Puguh berharap kolaborasi pemerintah, pegiat media sosial, komunitas kreatif dan masyarakat dapat melahirkan konten digital berkualitas yang mampu membawa jejak Majapahit tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mendunia.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top