Dicurhati Driver Ojol, Lilik DPRD Jatim: Mereka Penopang Ekonomi Masyarakat

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan para pengemudi ojek online saat menerima kunjungan Serikat Pekerja Pengemudi Daring (SPEED) di Ruang Fraksi PKS DPRD Jatim, Selasa (30/6).

Menurutnya, para driver ojol merupakan penopang ekonomi masyarakat yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian sehari-hari.

“Pengemudi daring adalah pejuang ekonomi keluarga sekaligus penopang ekonomi masyarakat. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena itu, sudah seharusnya kita menghadirkan dukungan yang nyata agar kesejahteraan mereka semakin meningkat,” ujar Lilik.

Dalam pertemuan tersebut, para anggota SPEED menyampaikan berbagai aspirasi dan curhatannya atas persoalan yang mereka hadapi di lapangan. Di antaranya tingginya biaya operasional kendaraan, mahalnya biaya perawatan sepeda motor, keterbatasan akses permodalan, hingga perlunya peningkatan keterampilan agar memiliki sumber penghasilan tambahan.

Lilik menilai berbagai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan bantuan yang bersifat sesaat. Menurutnya, diperlukan ekosistem pemberdayaan yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi para pengemudi daring secara berkelanjutan.

Sebagai Pembina Komunitas SPEED, Lilik mendorong terjalinnya kerja sama dengan koperasi agar para anggota dapat memperoleh kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, ia juga mengusulkan kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk menghadirkan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta program pengembangan UMKM bagi para anggota maupun keluarganya.

“Kita ingin ada nilai tambah ekonomi. Kalau ada anggota atau keluarganya yang memiliki usaha kecil atau ingin membuka usaha sampingan, harus ada akses pelatihan dan pendampingan agar usahanya berkembang,” katanya.

Perhatian Lilik juga tertuju pada kendaraan yang menjadi alat utama para pengemudi mencari nafkah. Ia mendorong adanya kerja sama dengan bengkel-bengkel mitra agar anggota SPEED memperoleh layanan servis berkala dengan biaya yang lebih ringan.

Di bidang pembiayaan, Lilik berharap dapat dibangun sinergi dengan Bank Jatim maupun BPR milik daerah agar para pengemudi daring memiliki akses terhadap permodalan yang mudah, aman, dan berbunga ringan untuk mendukung usaha produktif.

“Kita ingin para pengemudi terhindar dari pinjaman yang memberatkan. Akses permodalan yang sehat akan membantu mereka meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga tanpa terbebani persoalan keuangan,” jelasnya.

Lilik berharap Komunitas SPEED tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para pengemudi daring, tetapi juga berkembang menjadi komunitas pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Semoga SPEED menjadi komunitas yang saling menguatkan, membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, serta menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi para pengemudi daring dan keluarganya. Pengemudi daring adalah bagian penting dari penggerak ekonomi masyarakat yang perlu kita dukung bersama,” pungkasnya.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top