Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari angkat bicara terkait insiden tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang terjadi di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.
Peristiwa tersebut menyebabkan ruas jalan sepanjang kurang lebih 10 kilometer menjadi licin dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Anggota DPRD Jatim dari dapil Madura ini menilai kejadian ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat, khususnya pengendara roda dua yang rentan mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang tiba-tiba basah dan licin.
“Ini bukan hanya soal kelalaian teknis, tapi menyangkut keselamatan publik. Jalan yang semula kering mendadak berubah licin akibat tumpahan solar jelas sangat berbahaya,” tegas perwakilan Komisi D.
Komisi D mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM, terutama terkait standar operasional pengangkutan oleh truk tangki. Pengawasan terhadap kelayakan kendaraan, keamanan tangki, serta kepatuhan operator dinilai harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, Komisi D juga meminta pihak terkait, baik dari perusahaan pengangkut maupun instansi teknis, untuk segera melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian.
Pembersihan jalan dan pemberian tanda peringatan dinilai sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan lanjutan.
“Kami minta ada tindakan cepat di lapangan, jangan sampai menunggu korban. Harus ada koordinasi lintas instansi untuk memastikan jalan kembali aman dilalui,” lanjutnya.
Komisi D DPRD Jatim juga membuka kemungkinan pemanggilan pihak-pihak terkait guna meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan dan komitmen DPRD dalam menjaga keselamatan masyarakat di ruang publik.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dalam distribusi energi, terutama di jalur-jalur padat aktivitas masyarakat seperti di wilayah Bangkalan dan sekitarnya.{}



