Hari Pendidikan Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Soroti Kualitas dan Akses Pendidikan

Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menilai bahwa kualitas dan pemerataan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Menurut Puguh, meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur menunjukkan capaian yang relatif baik, namun jika ditelaah lebih dalam, sektor pendidikan belum sepenuhnya merepresentasikan kualitas yang diharapkan.

“Kalau kita lihat lebih detail, aspek pendidikan kita masih jauh dari ideal. Harapan lama sekolah di Jawa Timur sekitar 13 tahun, tetapi realitasnya masih sangat sedikit anak-anak yang benar-benar menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi,” ujar Sekretaris Fraksi PKS Jatim ini.

Ia juga menyoroti rata-rata lama sekolah di Jawa Timur yang masih berada di angka sekitar 8 tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang bahkan belum menuntaskan pendidikan dasar secara optimal.

“Ini menjadi catatan serius. Artinya, pendidikan dasar sembilan tahun saja belum sepenuhnya tuntas di lapangan,” tegasnya.

Puguh menilai, tantangan geografis dan disparitas kualitas pendidikan antar wilayah turut memperparah kondisi tersebut. Perbedaan kualitas antara daerah perkotaan dan wilayah pinggiran masih cukup lebar, sehingga berdampak pada ketimpangan akses pendidikan.

“Di daerah pelosok, akses dan kualitas pendidikan sangat berbeda dengan di perkotaan. Ini yang harus menjadi fokus kebijakan pemerintah,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti keterbatasan daya tampung sekolah negeri di tingkat SMA/SMK yang tidak sebanding dengan jumlah lulusan SMP. Kondisi ini membuat banyak siswa kesulitan melanjutkan pendidikan.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap memiliki akses yang mudah dan terjangkau ke sekolah swasta, baik dari sisi biaya maupun kualitas.

“Pemerintah harus hadir menjamin akses pendidikan, bukan hanya di sekolah negeri, tetapi juga memastikan sekolah swasta bisa diakses dengan mudah dan terjangkau,” jelasnya.

Puguh juga mengapresiasi program beasiswa dari pemerintah pusat bagi masyarakat kurang mampu, namun ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat intervensi agar angka partisipasi pendidikan terus meningkat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya fokus kebijakan pada penyelesaian masalah mendasar pendidikan, yakni kemudahan akses dari jenjang ke jenjang.

“Harus dipastikan anak lulus SD bisa lanjut SMP, lulus SMP bisa lanjut SMA, dan lulus SMA punya kesempatan ke perguruan tinggi. Itu yang harus jadi fokus utama,” ujarnya.

Pada momentum Hari Pendidikan Nasional ini, Puguh berharap menjadi titik kebangkitan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur, baik dari sisi akses, pemerataan, maupun mutu layanan.

“Harapannya, pendidikan di Jawa Timur semakin mudah diakses, semakin berkualitas, dan mampu melahirkan generasi yang berkarakter kuat serta berdaya saing global,” pungkasnya.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top