Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melakukan kunjungan ke ruang Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Jumat (24/4/2026). Sebanyak enam mahasiswa hadir untuk berdiskusi langsung dengan Ketua Fraksi PKS Jatim, Lilik Hendarwati.
Kunjungan tersebut mengangkat tema peran generasi Z dalam mendorong inovasi pada subsektor ekonomi kreatif guna mewujudkan wirausaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan interaktif itu, para mahasiswa menyampaikan gagasan serta pandangan mereka terkait peluang dan tantangan pengembangan ekonomi kreatif di tengah perubahan zaman.
Lilik Hendarwati mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilainya menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap isu ekonomi dan pembangunan.
“Saya sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa yang datang dengan semangat berdiskusi. Ini menunjukkan bahwa Gen Z tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga memiliki kepedulian dan gagasan untuk masa depan ekonomi bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh generasi muda, terutama dengan dukungan teknologi digital.
“Gen Z punya keunggulan dalam kreativitas dan penguasaan teknologi. Ini modal penting untuk mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang inovatif dan mampu bersaing,” jelasnya.
Lilik juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
“Perlu sinergi semua pihak agar ide-ide kreatif ini tidak berhenti di konsep, tetapi bisa diwujudkan menjadi usaha nyata yang berdampak,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa juga secara resmi mengundang Lilik Hendarwati sebagai pembicara dalam kegiatan Seminar Economy Development 2026 yang akan diselenggarakan pada Juni mendatang.
Menanggapi undangan tersebut, Lilik menyatakan kesiapannya untuk hadir dan berbagi pengalaman serta perspektif kepada mahasiswa.
“InsyaAllah saya siap hadir. Ini bagian dari komitmen kita untuk terus mendukung ruang-ruang diskusi dan penguatan kapasitas generasi muda,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai sarana membangun dialog antara mahasiswa dan pemangku kebijakan.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Dengan ruang diskusi seperti ini, kita bisa saling bertukar gagasan dan mencari solusi bersama untuk kemajuan ekonomi daerah dan nasional,” pungkasnya.{}



