Insiden ledakan di pabrik baja PT Great Wall Steel (GWS) di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Senin (6/4/2026), yang menelan korban jiwa, menuai sorotan serius dari kalangan legislatif Jawa Timur.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendesak pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan bersama aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, khususnya terkait penerapan prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di perusahaan tersebut.
“Peristiwa ledakan di pabrik baja di Sidoarjo yang menelan korban jiwa ini harus menjadi catatan serius dalam dunia industri kita. Prosedur K3 tidak bisa dipisahkan dari aktivitas industri,” ujar legislator PKS itu.
Puguh menilai jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut merupakan alarm keras bahwa implementasi standar keselamatan kerja masih perlu dievaluasi secara mendalam.
Menurutnya, penerapan K3 tidak boleh hanya sebatas formalitas administratif, melainkan harus dijalankan secara konsisten dan disiplin di lapangan.
“Adanya korban meninggal dunia menjadi indikator bahwa ada yang perlu dievaluasi. Karena itu, kami mendukung investigasi menyeluruh agar menjadi bahan perbaikan bagi industri ke depan,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan hak dasar setiap pekerja, terlebih di sektor industri berat seperti pengolahan baja yang memiliki risiko tinggi.
“Protokol keselamatan kerja adalah kewajiban yang harus dipatuhi seluruh pelaku industri. Ini bagian dari hak pekerja untuk mendapatkan jaminan keamanan saat bekerja,” katanya.
Selain mendorong investigasi, Puguh juga meminta pihak perusahaan untuk bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut, termasuk memberikan jaminan kepada korban dan keluarga korban.
“Tentu perusahaan harus bertanggung jawab, memberikan jaminan kepada korban dan keluarga korban meninggal dunia. Ini penting agar tidak menjadi preseden buruk bagi dunia industri di Jawa Timur,” ujarnya.
Puguh berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap penerapan K3 di seluruh sektor industri, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.{}



