Harisandi Savari: Menjaga Air, Menjaga Masa Depan Jawa Timur, Legislator PKS Dorong Gerakan Menabung Air

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKS, Harisandi Savari, memberikan peringatan serius mengenai kondisi ketersediaan air bersih di Jawa Timur yang diprediksi akan mengalami krisis parah dalam 10 hingga 15 tahun ke depan jika tidak ada langkah nyata sejak dini.

​Dalam podcast “Sapa Legislatif” bertajuk Menjaga Air Menjaga Masa Depan Jawa Timur, Harisandi mengungkapkan bahwa data menunjukkan kebutuhan air bersih di Jatim mencapai 7,5 miliar m³ per tahun, namun ketersediaannya terus menurun akibat perubahan iklim dan alih fungsi lahan.

​”Air adalah pondasi utama keberlanjutan hidup manusia. Kita mungkin bisa bertahan hari ini, tapi kita harus memikirkan anak cucu kita. Menjaga air berarti menjaga kehidupan dan masa depan Jawa Timur,” tegas Harisandi dalam bincang hangat tersebut.

Ancaman Krisis dan Penyakit

Harisandi menyoroti bahwa lebih dari 60% daerah aliran sungai (DAS) di Jawa Timur saat ini berstatus kritis. Hal ini tidak hanya mengancam sektor pertanian sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga kesehatan masyarakat.

​”Sekitar 80% penyakit seperti diare, tipes, dan kolera disebabkan oleh pencemaran air. Jika kualitas air menurun, kualitas hidup masyarakat Jatim juga akan merosot. Ini murni bukan tentang pribadi kita, tapi tentang kualitas SDM masa depan,” ujar Bendahara Fraksi PKS Jatim ini.

Dorong Sumur Resapan di Desa-Desa

Sebagai langkah konkret, Harisandi mendorong pemerintah dan masyarakat untuk melakukan langkah kecil namun berdampak besar, yakni dengan membangun sumur resapan atau safety tank resapan di tiap-tiap desa.

Langkah ini krusial untuk menabung air saat musim penghujan agar tidak langsung terbuang ke laut dan menyebabkan banjir di hilir.

​”Langkah nyata yang bisa kita lakukan adalah rehabilitasi daerah tangkapan air dan pembangunan sumur resapan di tiap desa. Selain itu, pengawasan limbah industri harus diperketat agar tidak langsung mencemari sungai,” tambahnya.

Pentingnya Edukasi Sejak Dini

Legislator asal Dapil Madura ini juga menekankan pentingnya edukasi bagi generasi muda. Ia mengusulkan agar kurikulum atau kegiatan di sekolah melibatkan siswa dalam menjaga lingkungan, seperti menanam pohon di pekarangan rumah.

​”Pelajar saat ini banyak yang sibuk dengan gadget dan mungkin merasa isu air ini tidak menarik. Padahal mereka tidak sadar bahwa ketersediaan air yang mereka nikmati hari ini terus tergerus. Kita harus buat edukasi ini menarik bagi mereka,” kata Harisandi.

​Harisandi mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk mulai menghemat air dan menanam pohon sebagai bentuk investasi masa depan. Menurutnya, kolaborasi antara visi pemerintah (seperti program 1.000 embung) dengan kesadaran masyarakat adalah kunci utama menghadapi ancaman kekeringan di masa mendatang.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top