Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari, meningkatkan pengawasan terhadap kesiapan infrastruktur, transportasi, dan keselamatan publik di berbagai titik strategis di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat selama Nataru berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Harisandi menyampaikan, momentum Nataru selalu identik dengan lonjakan volume kendaraan, baik di jalur utama, kawasan wisata, maupun akses penghubung antarwilayah.
Karena itu, kondisi jalan dan jembatan menjadi perhatian utama Komisi D, termasuk penerangan jalan umum (PJU) serta kesiapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pengelolaan jalan dan jembatan.
“Titik-titik rawan kecelakaan dan jalur dengan kepadatan tinggi harus dipastikan dalam kondisi layak. Jalan berlubang, jembatan, hingga PJU di kawasan rawan harus segera dibenahi agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujar legislator PKS itu.
Selain infrastruktur jalan, Komisi D DPRD Jatim juga mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kepolisian, dan instansi terkait dalam pengaturan lalu lintas. Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta cuaca ekstrem di musim penghujan menjadi bagian penting dari pengawasan tersebut.
Menurut Harisandi, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi arus mudik dan balik Nataru. Karena itu, kesiapan alat berat, personel siaga, serta sistem respons cepat perlu dipastikan sejak dini untuk mengantisipasi kondisi darurat di lapangan.
Di akhir pernyataannya, Komisi D DPRD Jawa Timur juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan, mematuhi aturan lalu lintas, serta proaktif melaporkan kondisi infrastruktur yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kami berharap perayaan Natal dan Tahun Baru di Jawa Timur dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.{}



