RSUD Notopuro Kebanjiran, Puguh DPRD Jatim Minta Mitigasi dan Perencanaan Bangunan Dievaluasi

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyoroti peristiwa banjir yang merendam sejumlah ruang pelayanan di RSUD Notopuro, Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, kejadian tersebut sangat disayangkan karena rumah sakit seharusnya menjadi fasilitas publik yang paling siap menghadapi berbagai kondisi, termasuk ancaman kebencanaan.

Puguh menilai, terganggunya layanan kesehatan akibat banjir menunjukkan adanya persoalan serius dalam aspek perencanaan konstruksi dan mitigasi bencana.

Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan idealnya dirancang agar tetap berfungsi optimal meski terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya.

“Situasi ini tentu sangat disayangkan. Ruang pelayanan rumah sakit yang seharusnya bisa terhindar dari banjir justru terdampak. Artinya, secara konstruksi, perencanaan bangunan, dan mitigasi kebencanaannya memang perlu diperbaiki,” ujar legislator PKS itu.

Ia mendorong pemerintah daerah setempat untuk segera melakukan langkah cepat dan tepat dalam menangani banjir di lingkungan RSUD Notopuro.

Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di tengah meningkatnya intensitas curah hujan.

“Ketika ada ancaman banjir, baik karena hujan tinggi maupun kendala saluran air dan gorong-gorong di sekitar rumah sakit, harus ada respons yang cepat dan terukur. Jangan sampai pelayanan kesehatan terganggu,” tegasnya.

Puguh juga menekankan bahwa rumah sakit merupakan layanan vital yang menyangkut keselamatan masyarakat. Karena itu, aspek mitigasi bencana harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan dan pengembangan fasilitas kesehatan milik pemerintah.

“Pelayanan kesehatan itu menyangkut nyawa dan keselamatan warga. Maka tidak boleh ada kompromi soal kesiapan infrastruktur,” pungkas politisi dari Dapil Malang Raya tersebut.{}

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top