Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ambruknya mushola di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Peristiwa tersebut terjadi ketika hampir 100 santri tengah melaksanakan salat berjamaah.
Puguh, yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim, mengapresiasi langkah cepat yang telah diambil Pemprov Jatim bersama BPBD dan Dinas Sosial dalam melakukan evakuasi serta memberikan penanganan awal pasca-kejadian.
“Kami dari DPRD Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas musibah ini, sekaligus mengapresiasi respons cepat pemerintah provinsi dan seluruh pihak terkait yang segera turun tangan. Tindakan cepat ini sangat penting untuk menyelamatkan para santri dan meminimalisir dampak lebih besar,” ungkap Puguh.
Namun, Puguh juga menekankan pentingnya musibah ini dijadikan pengingat bersama akan pentingnya memperhatikan standar laik fungsi bangunan, khususnya pada fasilitas pendidikan dan keagamaan.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga agar seluruh pembangunan, baik di pesantren, sekolah, maupun fasilitas umum lainnya di Jawa Timur, benar-benar memenuhi standar laik fungsi bangunan. Keselamatan santri dan siswa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Puguh mendorong agar pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota terus memperketat pengawasan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan.
“Ini sebagai pengingat bagi kita semua. Di banyak tempat di Jawa Timur, ponpes dan sekolah berdiri menjadi pusat aktivitas ribuan anak didik. Karena itu, keamanan bangunan harus dijamin sejak awal,” tambahnya.
Puguh menutup dengan ajakan agar sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan terus diperkuat.
“Dengan begitu, setiap musibah dapat diminimalisir, dan anak-anak kita bisa belajar dengan tenang serta aman.”{}



